ptkipa

  1. A. PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Meningkatkan mutu pendidikan adalah tanggung jawab semua pihak yang terlibat dalam pendidikan terutama bagi guru setingkat SD, yang merupakan ujung tombak dalam pendidikan dasar. Guru adalah orang yang paling berperan dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas yang dapat bersaing di jaman pesatnya perkembangan teknologi. Guru dalam setiap pembelajaran selalu menggunakan pendekatan strategi, metode serta media pembelajaran yang mudah dipahami siswa, sehingga meningkatkan hasil pengalaman belajar siswa.

Maka dari itu guru harus membuat perencanaan pembelajaran yang tepat sesuai materi pembelajaran. Bila guru tidak merencanakan pembelajaran secara tepat, maka hasil yang ingin dicapai akan sulit terwujud. Terlebih pada mata pelajaran IPA. Dalam kurikulum KTSP dijelaskan bahwa pendidikan IPA diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar, serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya didalam kehidupan sehari-hari. Proses pembelajarannya menekankan pada pemberian langsung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah, pendidikan IPA diarahkan untuk inkuiri dan berbuat sehingga dapat membantu peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang alam sekitar.

Untuk itu penulis mengadakan penelitian tindakan kelas dengan strategi belajar mengajar diskoperi kelompok guna meningkatkan hasil pengalaman belajar siswa. Strategi belajar mengajar diskoperi kelompok yaitu strategi dalam pembelajaran yang menuntut siswa secara kelompok menemukan sendiri hal-hal yang belum dia ketahui melalui langkah-langkah yang dibuat oleh guru. Dengan ini penulis mengambil judul untuk penelitian yaitu “ Strategi Belajar Mengajar Diskoperi Kelompok Guna Meningkatkan Hasil Pengalaman Belajar Siswa Mengenai Penggolongan Tumbuhan Pada Mata Pelajaran IPA Kelas 3 SD/MI

  1. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penelitian secara umum adalah untuk menerapkan strategi belajar mengajar diskoperi kelompok pada mata pelajaran IPA dengan materi pokok penggolongan tumbuhan, sebagai upaya perbaikan dan peningkatan pemahaman siswa serta untuk menerapkan pembelajaran inkuiri yang diarahkan dalam kurikulum KTSP.

Dan secara khusus tujuan penelitian adalah sebagai berikut :

  1. Mengetahui kemampuan guru mendesain model pembelajaran dengan strategi belajar mengajar diskoperi kelompok.
  2. Menerapkan strategi belajar mengajar diskoperi kelompok
  3. Meningkatkan hasil pengalaman belajar siswa mengenai penggolongan tumbuhan
  4. Mengetahui apakah strategi belajar mengajar diskoperi kelompok mampu memperbaiki dan meningkatkan hasil pengalaman belajar siswa
  5. Meningkatkan pengalaman belajar siswa dengan menemukan sendiri hal-hal yang belum ia ketahui dengan langkah-lagkah yang sudah diberikan guru
  6. Mengetahui kendala yang dihadapi dalam menerapkan strategi belajar mengajar diskoperi kelompok
  7. Mengetahui solusi yang dilakukan guru dalam mengatasi kendala selama menerapkan strategi belajar mengajar diskoperi kelompok
  1. Proses Penulisan Laporan

Laporan ini disusun berdasarkan catatan yang dibuat oleh penulis selama merancang proses perbaikan, pelaksanaan perbaikan dan observasi ketika pelaksanaan perbaikan yang dilakukan dalam 2 siklus. Siklus pertama dilaksanakan pada hari kamis, 28 Agustus 2008 selama satu jam pelajaran. Siklus kedua dilaksanakan pada hari kamis, 4 September 2008 selama satu jam pelajaran

Berkenaan dengan hal tersebut, maka laporan ini memuat tentang pendahuluan, perencanaan perbaikan, pelaksanaan perbaikan pembelajaran, temuan atau hasil yang diperoleh, serta kesimpulan dan saran tindak lanjut

  1. B. PERENCANAAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN

1.         Identifikasi Masalah

Jumlah siswa kelas III tempat menulis mengajar ada 24 anak. Dalam pembelajaran IPA dengan materi pokok penggolongan tumbuhan ada 20 siswa yang memperoleh hasil belajar kurang dari 60

Selama pembelajaran berlangsung siswa kurang bersungguh-sungguh mengikutinya. Ketika guru memberi penjelasan siswa banyak yang bercanda sendiri dan saat diajukan pertanyaan siswa hanya sedikit yang mampu menjawabnya. Dalam penilaian akhir pembelajaran ada 83,3 % siswa yang kuran menguasai pembelajaran tersebut.

Berdasar hal tersebut, peneliti meminta bantuan teman sejawat dan supervisor untuk mengidentifikasi kekurangan dari pembelajaran yang dilaksanakan melalui refleksi dan dari hasil diskusi dengan supervisor terungkap beberapa masalah yang terjadi selama pembelajaran, yaitu :

  • Siswa kurang bersungguh-sungguh mengikuti proses pembelajaran di  kelas
  • Rendahnya penguasaan materi siswa tentang penggolongan tumbuhan

2.         Analisis dan Perumusan Masalah

Melalui refleksi dan hasil diskusi dengan supervisor diketahui bahwa faktor penyebab rendahnya penguasaan siswa tentang penggolongan tumbuhan adalah strategi pembelajaran yang kurang menarik minat belajar siswa. Berdasarkan hal tersebut maka guru perlu mengadakan program perbaikan pembelajaran guna meningkatkan penguasaaan materi siswa tentang penggolongan tumbuhan

Hal-hal penting yang akan dilakukan guru dalam perbaikan pembelajaran adalah :

  1. Mengadakan apersepsi sebagai kegiatan awal
  2. Menjelaskan materi yang disertai gambar yang menarik
  3. Siswa dibagi menjadi 4 kelompok untuk kegiatan diskoperi kelompok
  4. Siswa melaporkan hasil diskoperi kelompok
  5. Siswa ditugasi menjawab pertanyaan dari materi tersebut
  6. Membahas hasil tugas dan menyimpulkan hasil belajar siswa
  7. Memberikan penguatan

Berdasarkan hal tersebut, masalah yang dapat dirumuskan adalah “ Bagaimana Meningkatkan Hasil Pengalaman Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Melalui Strategi Belajar Mengajar Diskoperi Kelompok “

  1. Rencana Perbaikan

Rencana perbaikan yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut adalah :

  • Sebelum proses belajar mengajar guru hendaknya mempersiapkan strategi pembelajaran yang sesuai dengan materi pokok yang dibahas serta yang menarik minat belajar siswa
  • Mempersiapkan media pembelajaran yang dapat mendukung dan dekat dengan lingkungan siswa
  • Mengevaluasi dan melakukan tindakan perbaikan pembelajaran

Secara lebih khusus tentang rencana perbaikan pembelajaran sebagai berikut :

  1. Siklus I

Kegiatan yang dilaksanakan pada tahap ini adalah :

  • Membuat rencana perbaikan pembelajaran dengan materi pokok penggolongan tumbuhan
  • Mempersiapkan media berupa gambar bentuk-bentuk daun, batang dan akar
  • Membuat alat evaluasi
  • Langkah-langkah pembelajaran IPA adalah :
  1. Apersepsi dengan Tanya jawab nama-nama tumbuhan yang ada di halaman sekolah
  2. Menjelaskan materi tentang penggolongan tumbuhan
  3. Membagi kelas menjadi 4 kelompok
  4. Memberikan tugas diskoperi kelompok
  5. Membahas hasil tugas diskoperi kelompok
  6. Memberikan tugas individu sebagai tindak lanjut
  7. Membahas hasil tugas individu
  8. Memberikan tindak lanjut dengan PR
  1. Siklus II

Rencana kegiatan pada tahap ini meliputi :

  • Membuat rencana perbaikan pembelajaran dengan materi pokok penggolongan tumbuhan
  • Membuat alat evaluasi
  • Langkah-langkah pembelajaran IPA adalah
  1. Apersepsi dengan tanya jawab mengenai nama-nama tumbuhan yang ada di halaman sekolah
  2. Membahas tugas yang diberikan saat pembelajaran sebelumnya
  3. Tanya jawab tentang bentuk-bentuk daun, batang dan akar
  4. Membagi kelas menjadi 4 kelompok
  5. Memberikan tugas diskoperi kelompok
  6. Membahas hasil tugas diskoperi kelompok
  7. Memberikan tugas individu
  8. Membahas hasil tugas individu
  9. Memberikan penguatan
  1. C. PELAKSANAAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN

  1. Tempat dan Waktu Pelaksanaan

Pelaksanaan pembelajaran dan perbaikan pembelajaran dilaksanakan dikelas 3 MI Islamiyah Dawu, Kecamatan Paron Kabupaten Ngawi mulai tanggal 28 Agustus sampai dengan 4 September 2008. Jadwal pelaksanaan perbaikan pembelajaran adalah sebagai berikut :

  1. Tanggal 28 Agustus 2008 mata pelajaran IPA kelas 3 siklus ke- I
  2. Tanggal 4 Sepember 2008 mata pelajaran IPA kelas 3 siklus ke- 2
  1. Prosedur Pelaksanaan

Langkah-langkah yang ditempuh dalam perbaikan pembelajaran IPA adalah sebagai berikut :

–          Apersepsi

–          Menjelaskan materi pembelajaran dengan media gambar

–          Menyimpulkan materi pembelajaran

  1. Siklus I

–          Memberikan tugas diskoperi kelompok

–          Membaca hasil diskoperi kelompok

–          Memberikan tugas individu

–          Membahas tugas individu

–          Tindak lanjut

  1. Siklus II

–          Memberikan tugas diskoperi kelompok

–          Membaca hasil diskoperi kelompok

–          Memberikan tugas individu

–          Membahas tugas individu

Berdasarkan identifikasi masalah yang ditemukan yaitu kurangnya kesungguhan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran di kelas serta rendahnya penguasaan materi siswa tentang penggolongan tumbuhan maka strategi belajar mengajar yang dilakukan guru dalam mengajar menjadi perhatian khusus dalam perbaikan pembelajaran agar pengalalaman belajar siswa lebih bermakna maka perlu strategi pembelajaran yang menuntut siswa menemukan sendiri hal-hal yang belum ia ketahui

  1. Hal-Hal Yang Unik

Hal-hal unik yang muncul saat pelaksanaan perbaikan pembelajaran adalah ada siswa yang tertusuk duri ketika mencoba melakukan pengamatan tetapi setelah diberikan obat dan diberitahu barulah siswa tersebut tenang kembali. Dan ada satu kelompok yang mencoba mencabut pohon tetapi setelah diberi penjelasan bahwa tidak perlu mencabut pohon untuk mengetahui bentuk akar tumbuhan hanya dengan menemukan ciri-ciri yang lain bisa menentukan jenis akar tumbuhan

  1. D. TEMUAN HASIL YANG DIPEROLEH

  1. Hasil Pengolahan Data

Data yang diperlukan dalam perbaikan tindakan kelas ini adalah data hasil pemberian tugas diskoperi kelaompok untuk menggolongkan tumbuhan yang kemudian diserap siswa guna menyelesaikan tugas individu. Dari data yang diperoleh tersebut digunakan untuk menyusun laporan perbaikan pembelajaran. Data yang diperoleh adalah sebagai berikut :

Siklus I

–                Siswa yang tidak melakukan kegiatan diskoperi kelompok  masih ada

–                Siswa yang tidak mencatat hasil diskoperi kelompok masih ada

–                Nilai hasil diskoperi kelompok mulai meningkat

–                Nilai rata-rata tes formatif siswa mulai meningkat

Tabel Siklus I

Hasil Nilai Diskoperi Kelompok

No Uraian Kegiatan Diskoperi Kelompok Hail Nilai Kelompok
1 2 3 4
1

2

3

4

Menemutunjukkan nama-nama tumbuhan  ( 0 – 10 )

Menggolongkan tumbuhan berdasar bentuk daun ( 0 – 30 )

Menggolongkan tumbuhan berdasar bentuk batang ( 0 – 30 )

Menggolongkan tumbuhan berdasar bentuk akar ( 0 – 30 )

10

20

15

15

10

15

25

15

10

20

15

15

10

20

20

15

Jumlah nilai kelompok 60 65 60

65

Grafik Hasil Nilai Diskoperi Kelompok

Siklus I

Tabel I

Hasil Tes Formatif  Siswa

Siklus I

NO NAMA Nilai
1 Agus 55
2 Ardan 50
3 Celvin 60
4 Dwi 70
5 Efendi 70
6 Ellyana 70
7 Eno 60
8 Ghalih 60
9 Ibnu 60
10 Imam 55
11 Maratus 55
12 Maulana 55
13 Mieke 60
14 M.Aditya 55
15 M.Nurul 85
16 Novita 85
17 Rani 70
18 Rio 70
19 Roni 70
20 Sangky 50
21 Siti 85
22 Tri Purwanto 50
23 Twingky 85
24 Yulikawati 85
Jumlah 1570
Rata-rata 65.42

Grafik Hasil Nilai Tes Formatif Siswa

Siklus I

Siklus II

–          Siswa melakukan kegiatan diskoperi kelompok  bersama-sama

–          Siswa mencatat semua hasil penemuan diskoperi kelompok

–          Nilai hasil diskoperi kelompok meningkat

–          Nilai rata-rata tes formatif siswa meningkat

Tabel Siklus II

Hasil Nilai Diskoperi Kelompok

No Uraian Kegiatan Diskoperi Kelompok Hail Nilai Kelompok
1 2 3 4

1

2

3

4

Menemutunjukkan nama-nama tumbuhan  ( 0 – 10 )

Menggolongkan tumbuhan berdasar bentuk daun ( 0 – 30 )

Menggolongkan tumbuhan berdasar bentuk batang ( 0 – 30 )

Menggolongkan tumbuhan berdasar bentuk akar ( 0 – 30 )

10

30

20

20

10

30

25

20

10

30

20

20

10

30

30

25

Jumlah nilai kelompok 80 85 80 95

Grafik Hasil Nilai Diskoperi Kelompok

Siklus II

Tabel II

Hasil Tes Formatif  Siswa

Siklus II

NO NAMA Nilai
1 Agus 70
2 Ardan 70
3 Celvin 80
4 Dwi 80
5 Efendi 85
6 Ellyana 80
7 Eno 80
8 Ghalih 85
9 Ibnu 80
10 Imam 80
11 Maratus 80
12 Maulana 80
13 Mieke 85
14 M.Aditya 80
15 M.Nurul 90
16 Novita 90
17 Rani 85
18 Rio 85
19 Roni 80
20 Sangky 60
21 Siti 90
22 Tri Purwanto 70
23 Twingky 90
24 Yulikawati 90
Jumlah 1935
Rata-rata 80.63

Grafik Hasil Nilai Tes Formatif Siswa

Siklus II

Tabel Rekapitulasi

Hasil Nilai Diskoperi Kelompok

No Uraian Kegiatan Diskoperi Kelompok Hasil Nilai Kelompok
1 2 3 4
I II I II I II I II

1

2

3

4

Menemutunjukkan nama-nama tumbuhan  ( 0 – 10 )

Menggolongkan tumbuhan berdasar bentuk daun

Menggolongkan tumbuhan berdasar bentuk batang

Menggolongkan tumbuhan berdasar bentuk

10

20

15

15

10

30

20

20

10

15

25

15

10

30

25

20

10

20

15

15

10

30

20

20

10

20

20

15

10

30

30

25

Jumlah nilai kelompok 60 80 65 85 60 80 65 95

Grafik Rekapitulasi

Hasil Nilai Diskoperi Kelompok

Tabel Rekapitulasi

Hasil Tes Formatif  Siswa

NO NAMA Nilai Keterangan
Siklus I Siklus II
1 Agus 55 70 Meningkat
2 Ardan 50 70 Meningkat
3 Celvin 60 80 Meningkat
4 Dwi 70 80 Meningkat
5 Efendi 70 85 Meningkat
6 Ellyana 70 80 Meningkat
7 Eno 60 80 Meningkat
8 Ghalih 60 85 Meningkat
9 Ibnu 60 80 Meningkat
10 Imam 55 80 Meningkat
11 Maratus 55 80 Meningkat
12 Maulana 55 80 Meningkat
13 Mieke 60 85 Meningkat
14 M.Aditya 55 80 Meningkat
15 M.Nurul 85 90 Meningkat
16 Novita 85 90 Meningkat
17 Rani 70 85 Meningkat
18 Rio 70 85 Meningkat
19 Roni 70 80 Meningkat
20 Sangky 50 60 Meningkat
21 Siti 85 90 Meningkat
22 Tri Purwanto 50 70 Meningkat
23 Twingky 85 90 Meningkat
24 Yulikawati 85 90 Meningkat
Jumlah 1570 1935
Rata-rata 65.42 80.63

Grafik Hasil Nilai Tes Formatif Siswa

Siklus I dan Siklus II

  1. Deskripsi Temuan Dan Refleksi

Berdasarkan temuan dari hasil diskoperi kelompok dan tes formatif siswa, diperoleh gambaran bahwa pada siklus 1 ada 54,17 % siswa memperoleh nilai dibawah rata-rata kelas dengan hasil diskoperi kelompok nilai rata-rata 62,5. Sedangkan pada siklus 2 terjadi peningkatan nilai rata-rata siswa yaitu 80,63. Nilai yang tertinggi diperoleh siswa yaitu 90 dari 100, dan nilai terendah yang diperoleh siswa yaitu 60 dari 100. Pada data tersebut terlihat siswa sebanyak 20 orang dari 24 siswa ( 83,3% ) memperoleh nilai diatas rata-rata kelas. Dengan hasil diskoperi kelompok nilai rata-rata 85. Berdasarkan temuan hasil diskusi dengan teman sejawat dan supervisor perbaikan pembelajaran dilakukan dalam 2 kali pertemuan.

  1. Pembahasan

Berdasarkan temuan dari hasil diskoperi kelompok dan formatif siswa menunjukkan peningkatan hasil pengalaman belajar siswa. Setiap kelompok mencoba menemukan sendiri apa yang belum mereka ketahui berdasarkan langkah-langkah yang sudah ditetapkan oleh guru. Dengan begitu strategi belajar mengajar diskoperi kelompok mampu membentuk siswa yang inovatif, kritis dan percaya diri.

Perbaikan yang terjadi dalam pembelajaran adalah :

  1. Ketika kegiatan awal guru telah memotivasi siswa dengan tanya jawab, menyampaikan tujuan perbaikan pembelajaran dan memberikan bimbingan secara lisan dan tertulis langkah-langkah kegiatan diskoperi.
  2. Dalam pembelajaran guru telah mengelola kelas secara baik, yaitu menciptakan, memelihara dan menggunakan strategi belajar mengajar baru yang menarik minat belajar siswa. Guru telah memberikan bimbingan serta mengobservasi kegiatan diskoperi kelompok serta memberikan arahan pada kelompok atau individu siswa yang kurang memahami langkah-langkah kegiatan serta materi pelajaran.
  3. Guru telah melaksanakan proses belajar mengajar dengan bervariasi yaitu :

a. Kegiatan kelompok                  :  Melakukan kegiatan diskoperi kelompok

b. Kegiatan klasikal                     :  Tanya jawab serta pembahasan hasil diskoperi kelompok

c. Kegiatan individu                    :  Menjawab pertanyaan secara tertulis

  1. Guru telah melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembalajaran, yaitu secara kelompok siswa mencoba menemukan sendiri hal-hal yang belum ia ketahui dan melaporkan hasil temuannya.
  1. E. KESIMPULAN DAN SARAN TINDAK LANJUT

  1. Kesimpulan

Dari hasil perbaikan pembelajaran yang telah dilaksanakan dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :

  1. Keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran di kelas dapat meningkat bila pengelolaan kelas dan strategi pembelajaran yang dilakukan guru bervariasi dan menarik
  2. Pengetahuan dan pengalaman siswa dapat ditingkatkan dengan strategi belajar mengajar diskoperi
  3. Strategi belajar mengajar diskoperi mampu membentuk sikap positif pada diri siswa seperti ; kreatif, kritis, inovatif, percaya diri, terbuka dan mandiri
  1. Saran Tindak Lanjut

Berdasarkan kesimpulan tersebut diatas, maka sebaiknya dalam meningkatkan hasil pengalaman belajar siswa, khususnya mata pelajaran IPA dapat dilakukan dengan cara :

  1. Pembelajaran yang memungkinkan siswa terlibat secara aktif untuk mencoba, menemukan dan mengamati langsung objek yang menjadi materi pembelajaran
  2. Dalam pembelajaran IPA lebih baik menggunakan metode percobaan, inkuiri atau diskoperi
  3. Menyampaikan petunjuk langkah – langkah kegiatan siswa dengan jelas
  4. Pengelolaan kelas dan pembelajaran yang bervariatif

Namun pada pembelajaran dikelas tidak akan sama situasi dan kondisinya. Banyak juga kendala-kendala yang terjadi saat pembelajaran. Maka dari itu guru perlu melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) sehingga mampu mengatasi kendala dan memperbaiki proses pembelajaran sehingga meningkatkan hasil pengalaman belajar. Tetapi dalam pelaksanaan penelitian tindakan kelas guru juga perlu bertukar pengalaman dengan rekan-rekan guru lain, untuk itu perlu adanya Kelompok Kerja Guru ( KKG ) sebagai wadah bertukar pengalaman dan pendapat mengenai kendala-kendala yang terjadi dalam pembelajaran.

DAFTAR PUSTAKA

Harmi, Sri, 2004,  Jendela Sains Lingkungan dan Alam Sekitar, Solo : PT Tiga  Serangkai Pustaka Mandiri

Nasution, Noehi,;  Budiastra Ketut, dkk 2002, Pendidikan IPA DI SD, Jakarta : Universitas Terbuka

Udin, Winata Putra; dkk 2002, Strategi Belajar Mengajar, Jakarta : Univesitas Terbuka

Wardani; Wihardit; Nasoetion 2002, Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta: Universitas Terbuka

Wardani; Julaeha; Marsinah 2004, Pemantapan Kemampuan Profesional ( panduan ), Jakarta : Universitas Terbuka

LAMPIRAN-LAMPIRAN

1.  Lampiran 1a.          :  Rencana Perbaikan Pembelajaran siklus I

2.  Lampiran 1b           :  Rencana Perbaikan Pembelajaran siklus II

3.  Lampiran 2             :  Surat Pernyataan

4.  Lampiran 3             :  Sistematika Laporan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: