skripsi9

BAB I

PENDAHULUAN

  1. A. Latar Belakang Masalah

Allah telah menciptakan manusia dengan bentuk yang paling sempurna, tetapi kesempurnaan itu tidak berarti, manakala manusia itu tidak mampu mempertahankannya, dengan jalan beribadah kepada Allah, menjauhi larangan-larangan-Nya serta melaksanakan segala perintah-Nya, sehingga akan terbentuklah pribadi yang taat beribadah dalam hal ini adalah sholat.Sesuai dengan Firman Allah dalam surat Al Al baqarah ayat 43 :

(#qßJŠÏ%r&ur no4qn=¢Á9$# (#qè?#uäur no4qx.¨“9$# (#qãèx.ö‘$#ur yìtB tûüÏèÏ.º§9$# ÇÍÌÈ

Artinya : “Dan Dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku”. (Depag RI,2002,566)

Agar manusia tidak jatuh kepada perbuatan yang akan merusak diri sendiri, lingkungan dan masyarakat, maka diperlukan sosok manusia yang mempunyai iman dan ilmu pengetahuan. Hal tersebut dapat dibina lewat Mata pelajaran, lebih khususnya pada Mata pelajaran Aqidah Akhlak tidak hanya mengejar pengetahuan saja, tetapi lebih dari itu adalah pembentukan sikap kepribadian muslim, membina anak didik menjadi insan yang taat beribadah, hal tersebut sesuai dengan tujuan Mata pelajaran Aqidah Akhlak yaitu :

“Meningkatkan ketaqwaan siswa terhadap TuhanYang Maha Esa artinya menghayati dan mengamalkan ajaran Aqidahnya dalam kehidupan pribadi maupun sosial masyarakat, menjadi warga negara yang baik dalam Negara Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila. (Dirjen Bimbaga Akhlak, 13)

Untuk selanjutnya penulis memperhatikan permasalahan tersebut dengan alasan berikut :

Bahwa Mata pelajaran Aqidah Akhlak merupakan bagian integral dalam sistem Mata pelajaran Nasional dan merupakan sub sistem kurikulum sekolah dasar Khususnya Madrasah Ibtidaiyah.

Dalam kurikulum Mata pelajaran Aqidah Akhlak di MI Muhammadiyah Kartoharjo Ngawi termasuk juga di dalamnya, telah memberikan arahan untuk membawa, mengantarkan dan membina anak didik menjadi ummat yang taat beribadah dan sekaligus menjadi warga Negara Indonesia yang bertanggung jawab terhadap pembangunan Bangsa dan Negara.

Pengamatan sementara di MI Muhammadiyah Kartoharjo Ngawi menunjukkan adanya perbedaan tingkat prestasi Mata pelajaran Aqidah Akhlak. Di sisi lain adanya labilitas siswa dalam mengamalkan ajaran-ajaran Agama Khususnya Aqidah Akhlak, di lain pihak juga adanya usaha-usaha dari para guru Aagam dan tokoh masyarakat menaruh perhatian besar dalam pengembangan keagamaan.

Berangkat dari uraian di atas, penulis terdorong untuk meneliti seberapa jauh kebenarannya, dan melakukan penelitian di MI Muhammadiyah Kartoharjo Ngawi dengan judul:  “KORELASI ANTARA PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN AQIDAH AKHLAK DENGAN TINGKAT KETAATAN BERIBADAH PADA SISWA KELAS IV DAN V MI Muhammadiyah KARTOHARJO Ngawi Tahun Pelajaran 2007/ 2008.

  1. B. Penegasan Istilah

Untuk memperjelas masalah yang akan penulis teliti terlebih dahulu penulis jelaskan mengenai istilah yang terkandung dalam judul tersebut, yakni :

  1. 1. Korelasi

Menurut kamus besar bahasa Indonesia korelasi diartikan hubungan timbal balik. (Poerwadarminta,1973,524)

  1. 2. Prestasi Belajar

Menurut W.J.S Poerwadarminta, Prestasi adalah hasil yang telah dicapai; Belajar adalah berusaha atau berlatih supaya mendapatkan sesuatu kepandaian. Jadi yang penulis maksud tersebut diatas adalah hasil yang telah dicapai melalui serangkaian kegiatan proses belajar mengajar di sekolah.  (Poerwadarminta, 1973,.965).

  1. 3. Mata pelajaran Aqidah Akhlak.

Mata pelajaran Aqidah Akhlak adalah suatu sitematis dan pragmatis didalm membimbing anakdidik untuk benar-benar memahami, menjiwai kebenaran islam serta menjadikan pedoman hidup.

Menurut Dr. Zakiyah Darojat bahwa Mata pelajaran agama disekolah memiliki 2 aspek yang ditunjukan kepada pribadi, yang memberi kesadaran adanya tuhan, melakukan perbuatan sesuai perintah Tuhan dan menjauhi larangan Nya. Seperti Fiman Allah :

`ä3tFø9ur öNä3YÏiB ×p¨Bé& tbqããô‰tƒ ’n<Î) Ύösƒø:$# tbrããBù’tƒur Å$rã÷èpRùQ$$Î/ tböqyg÷Ztƒur Ç`tã ̍s3YßJø9$# 4 y7Í´¯»s9’ré&ur ãNèd šcqßsÎ=øÿßJø9$# ÇÊÉÍÈ

Artinya : “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung”.(Ali Imron :104)

Sedangkan aspek kedua yaitu pengajaran agama itu sendiri. Kepercayaan terhadap Tuhan, tidak akan sempurna bila isi dari ajaran-ajaram Tuhan tidak diketahui benar-benar.

(Darojat Z,1970:129)

Mata pelajaran Aqidah Akhlak adalah salah satu bagian dari mata pelajaran Mata pelajaran agama islam yang digunakan sebagai wahana pemberian pengetahuan bimbingan dan pengembangan kepada siswa agar memahami, menghayati kebenaran agama islam. (Nasrul Rusli, 1973 :4)

Yang penulis maksud tersebut di atas adalah suatu mata  pelajaran yang diberikan di MI Muhammadiyah Kartoharjo  Ngawi dengan mendasar pada kurikulum MI.

  1. 4. Tingkat Ketaatan Beribadah

Tingkat ketaatan yang penulis maksud adalah tinggi rendahnya  suatu kepatuhan, kesetiaan, kesalehan. Sedangkan beribadah adalah menunaikan segala kewajiban yang diperintahkan oleh Allah dengan sungguh-sungguh, semata-mata karena Allah. Yang penulis maksud dalam ketaatan beribadah penulis batasi pada masalah-masalah shalat, puasa, membaca Al Qur’an.

  1. 5. Siswa Kelas IV dan V MI Muhammadiyah Kartoharjo Ngawi

Yang penulis maksud dengan siswa kelas IV dan V adalah objek penelitian, yang menurut data-data statistik di MI Muhammadiyah Kartoharjo Ngawi.

  1. 6. MI Muhammadiyah Kartoharjo Ngawi.

Adalah suatu lembaga Pendidikan Sekolah Dasar yang bernaung dibawah Departemen Agama (DEPAG) yang terletak di Kecamatan Ngawi Kabupaten Ngawi.

Berdasarkan arti istilah-istilah yang telah diutarakan diatas, maksud judul skripsi ini adalah penelitian tentang korelasi antaraprestasi belajar mata pelajaran aqidah akhlak dengan tingkat ketaatan beribadah siswa kelas IV dan V MI Muhammadiyah Kartoharjo Ngawi Tahun Pelajaran 2007/2008.

  1. C. Rumusan Masalah.

dalam penelitian ini penulis mengajukan beberapa rumusan masalah sebagai  berikut :

  1. Bagaimana prestasi belajar Mata pelajaran Aqidah Akhlak pada siswa kelas IV dan V MI Muhammadiyah Kartoharjo Ngawi Tahun Ajaran 2007/2008 ?
  2. Bagaimana tingkat ketaatan beribadah pada siswa kelas IV dan V MI Muhammadiyah Kartoharjo Ngawi Tahun Ajaran 2007/2008  ?
  3. Adakah hubungan antara prestasi belajar Mata pelajaran Aqidah Akhlak dengan tingkat ketaatan beribadah pada siswa kelas IV dan V MI Muhammadiyah Kartoharjo Ngawi Tahun Ajaran 2007/2008 ?
    1. D. Tujuan dan Kegunaan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah tersebut diatas, maka tujuan yang penulis hendak  capai adalah :

  1. Untuk mengetahui bagaimana prestasi belajar Mata pelajaran Aqidah Akhlak siswa kelas IV dan V MI Muhammadiyah Kartoharjo Ngawi Tahun Ajaran 2007/  2008.
  2. Untuk mengetahui sejauh mana tingkat ketaatan beribadah pada siswa kelas IV dan V  MI Muhammadiyah Kartoharjo Ngawi Tahun Ajaran 2007/  2008.
  3. Untuk mengetahui hubungan prestasi belajar Mata pelajaran Aqidah  Akhlak dengan tingkat ketaatan beribadah pada siswa kelas IV dan V MI Muhammadiyah Kartoharjo Ngawi Tahun Ajaran 2007/  2008.

E.     Alasan Pemilihan Judul

adapun hal-hal yang mendorong penulis memilih judul : “KORELASI ANTARA PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN AQIDAH AKHLAK DENGAN TINGKAT KETAATAN BERIBADAH PADA SISWA KELAS iV DAN V MI Muhammadiyah KARTOHARJO Ngawi Tahun Pelajaran 2007/ 2008”.

Dengan alasan sebagai berikut :

  1. Kenyataan masih banyak yang kurang bisa memahami, mengerti dan menghayati serta mengamalkan ajaran Aqidah Akhlak, khususnya dalam ketaatan beribadah. Meski ia telah menerima pelajaran Aqidah Akhlak di sekolah masing-masing.
  2. Belum adanya suatu penelitian yang menyangkut tentang sejauh mana korelasi antara pelaksanaan ibadah dengan prestasi belajar Mata pelajaran Aqidah Akhlak, pada siswa IV dan V MI Muhammadiyah Kartoharjo Ngawi Tahun Ajaran 2007/ 2008.
  1. F. Hipotesis

Hipotesis adalah suatu pernyataan yang kebenarannya masih lemah, sehingga memerlukan pengujian untuk membuktikan kebenaran pernyataan tersebut. (Hadi S, 1978:63)

Bertolak pernyataan diatas maka penulis mengajukan hipotesa sebagai berikut :

Ha :  Ada hubungan antara Prestasi Belajar Mata pelajaran Aqidah Akhlak Dengan Tingkat Ketaatan Beribadah Pada Siswa Kelas IV dan V MI Muhammadiyah Kartoharjo Ngawi Tahun Pelajaran 2007/ 2008”.

Ho :     Tidak ada hubungan antara Prestasi Belajar Mata pelajaran Aqidah Akhlak Dengan Tingkat Ketaatan Beribadah Pada Siswa Kelas IV dan V MI Muhammadiyah Kartoharjo Ngawi Tahun Pelajaran 2007/ 2008”.

  1. G. Sistematika Penulisan

Untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas dan menyeluruh, maka Skripsi ini di susun dengan sistematika sebagai berikut :

Dalam Bab I : Adalah pendahuluan, yang meliputi : latar belakang masalah, penjelasan istilah, rumusan masalah, tujuan dan kegunaan penelitian, alasan pemilihan judul, hipotesis dan sistematika penulisan.

Bab II : Adalah landasan TEORI, yang membahas tentang Prestasi belajar yang meliputi pengertian, latar belakang diadakan penelitian, peranan penilaian dalam Mata pelajaran. Mata pelajaran Aqidah Akhlak yang meliputi tentang pengertian Mata pelajaran Aqidah Akhlak, dasar dan tujuan Mata pelajaran Akhlak, Ketaatan Beribadah yang meliputi pengertian ibadah, ruang lingkup ibadah, makna dan hakekat ibadah.

Bab III : Adalah METODE PENELITIAN, pada bab ini di bahas tentang metode yang digunalan untuk mengadakan penelitian, yang dimulai dari Penentuan Populasi dan Sampel, Metode Pengumpulan data dan dara/ metode analisa data.

Bab IV : Adalah LAPORAN HASIL PENELITIAN, yang meliputi : Letak Geografis dan Sejarah Perkembangan MI Muhammadiyah Kartoharjo Ngawi, Sejarah berdirinya MI Muhammadiyah Kartoharjo Ngawi, Latar belakang berdirinya MI Muhammadiyah Kartoharjo Ngawi  dan sejarah perkembangan MI Muhammadiyha Kartoharjo Ngawi. Pelaksanaan kurikulum Mata pelajaran Aqidah Akhlak di MI Muhammadiyah Kartoharjo Ngawi  yang meliputi Kurikulum MI Muhammadiyah Kartoharjo Ngawi, Metode Belajar Mengajar yang digunakan, Faktor-faktor Penunjang dan Penghambat, Kegiatan Evaluasi Belajar Mengajar. Penyajian dan Analisis Data serta yang terakhir adalah Analisa Data.

Bab V : PENUTUP, berisi kesimpulan dan saran.

BAB II

LANDASAN TEORI

Pada bab II ini akan membahas landasan teori dari dua kajian dalam penelitian ini, yaitu : “ Prestasi Belajar, Materi Aqidah Akhlak dan Ketaatan Beribadah”. Adapun rinciannya dapat dijelaskan sebagai berikut :

  1. A. Prestasi Belajar

Sebelum penulis membahas pada masalah-masalah yang berkaitan dengan judul tersebut diatas perlu kiranya penulis memberikan pengertian dan dasar pijakan dalam membahas prestasi belajar.

  1. 1. Pengertian Prestasi

Adanya prestasi belajar tidak akan terlepas dari adanya penilaian atau evaluasi, untuk itu penulis terlebih dahulu memberikan  definisi pengertian penilaian pendidikan secara global.

Menurut  Nasrun Harahap Drs, dalam bukunya Teknik Penilaian Hasil Belajar ialah :

Penilaian Pendidikan adalah penilaian tentang perkembangan dan kemajuan murid yang berkenaan dengan penguasaan bahan pelajaran yang disajikan kepada mereka serta nilai-nilai yang terdapat didalam kurikulum.

(Nasrun Harahap, 1979)

Dari pengertian tersebut diatas penulis maksudkan bahwa adanya penilaian itu untuk mengetahui atau mengumpulkan  informasi tentang taraf perkembangan dan kemajuan yang diperoleh dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam GBPP atau kurikulum yang ada. Dan disamping itu juga agar pendidik dapat memberikan penilaian baik pengalaman atau kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan sekaligus untuk evaluasi dalam mempertimbangkan hasil serta cara-cara atau metode yang digunakan apakah telah tepat atau belum sesuai dengan kurikulum yang berlaku.

Disamping penilaian itu untuk memberikan gambaran tentang penguasaan bahan pelajaran untuk membimbing adanya pertumbuhan  dan perkembangan murid baik secara kolektif maupun secara individual dan juga untuk mengetahui tentang kelemahan-kelemahan anak didik atau sebaliknya untuk mengetahui tentang keistimewaannya.

Disamping sebagai evaluasi anak didik juga kita gunakan untuk menentukan bahan-bahan yang baru yang hendak diberikan kepada peserta didik secara kelompok maupun individual dan tingkat kematangannya.

  1. 2. Pengertian Prestasi Belajar

Prestasi belajar adalah segala pekerjaan yang berhasil atau hasil yang telah dicapai (dilakukan). (Poerwodarminto 1961 : 710)

Belajar adalah perubahan tingkah laku, sehingga apabila ada seorang yang dapat melakukan sesuatu yang tidak dapat dilakukan sebelumnya, maka ia telah mengalami proses belajar. Perubahan tingkah laku yang terjadi sebagai akibat dari proses belajar. Perubahan tingkah laku yang terjadi sebagai akibat dari porses belajar. Perubahan tingkah laku yang terjadi sebagai akibat dari proses belajar tersebut dinamakan hasil belajar atau prestasi belajar.

Winarno Surakhmad, (1984 : 51) mengatakan bahwa hasil pelajaran adalah kebulatan tingkah laku apabila  usaha murid telah menghasilkan pola tingkah laku yang dihasilkan pola tingkah laku yang dihasilkan semula, proses belajar dapat dikatakan mencapai titik akhir sementara. Pola tingkah laku tersebut terlihat pada perbuatan, rekasi dan sikap murid secara fisik maupun mental. Bersamaan hasil utama itu terjadi bermacam-macam proses yang juga menghasilkan tambahan perubahan tingkah laku, sehingga akhirnya terdapat satu kesatuan yang menyeluruh.

Dengan demikian prestasi belajar atau hasil belajar adalah kecakapan dari usaha atau latihan dan pengalaman dalam bentuk tingkah laku yang mengandung unsur-unsur skill, pengetahuan, sikap dan nilai-nilai.

  1. B. Materi Aqidah Akhlak.
    1. 1. Pengertian Mata Pelajaran Aqidah Akhlak

Aqidah ialah iman atau kepercayaan”.( Rozak N,1971: 1190)

Akhlak adalah perbuatan suci yang terbit dari lubuk jiwa yang paling dalam, karenanya mempunyai kekuatan yang paling hebat. Nasudin Rozak (1971 : 39)

Akhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa dari padanya timbul peruatan yang mudah, tanpa memerlukan pertimbangan pikiran. Imam Al-(Ghozali Juz 3, : 52)

Dari definisi tersebut, dapat diketahui bahwa hakekat akhlak menurut Al-Ghozali mencakup dua syarat, pertama perbuatan itu harus konstan, yaitu dilakukan berulang kali didalam bentuk yang sama sehingga dapat menjadi kebiasaan. Kedua perbuatan itu harus tumbuh denagan mudah tanpa pertimbangan dan pemikiran, yakni bukan karena adanya tekanan, paksaan dari orang lain atau bahkan pengaruh-pengaruh dan bujukan yang indah dan sebagainya.

Dari pengertian diatas dapat penulis simpulkan bahwa pengertian Aqidah Akhlak adalah ilmu tentang keimanan (rukun iman) dan sifat-sifat manusia (akhlak terpuji dan akhlak tercela).

Adapun ruang lingkup pendidikan akhlak adalah

Aqidah : berisi aspek pelajaran untuk menanamkan pemahaman dan keyakinan terhadap Aqidah Islam sebagaimana yang terdapat dalam rukun Iman.

Akhlak : Akhlak terpuji, akhlak tercela, kisah-kisah keteladanan para rasul, shabat rasul, orang shalih.

Menurut Nasrudin Rusli maata pelajaran Aqidah Akhlak adalah salah satu bagian dari mata pelajaran pendidikan agama Islam yang digunakan sebagai wahana pemberian pengetahuan, bimbingan dan pengembangan kepada siswa agar dapat memahami, meyakini dan menghayati kebenaran ajaran Islam, serta bersedia mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

(Rusli N, 1995 : 6)

Jadi jelaslah bahwa pelajaran Aqidah Akhlak adalah pemberian pengetahuan, bimbingan dan pengembangan tentang rukun iman, akhlak terpuji dan akhlak tercela agar siswa dapat memahami, menghayati dan mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

  1. 2. Pengertian Prestasi Belajar Materi Aqidah Akhlak

Setelah mengetahui prestasi belajar, pengertian pelajaran Aqidah Akhlak yang penulis paparkan diatas maka dapat kita ketahui bahwa pengertian prestasi belajar Aqidah Akhlak adalah perubahan ingkah laku pada diri siswa setelah mereka mengetahui tentang keesaan dan sifat-sifat tingkah laku yang ditimbulkan dari dalam lubuk hati yang paling dalam.

Dalam hal ini siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan tentang Aqidah Akhlak semata namun lebih ditekankan pada pola perubahan tingkah laku yang lebih baik.

Oleh karena itu program utama dan perjuangan pokok dari segala usaha, ialah pembinaan akhlak mulia. Mereka harus ditanamkan pada seluruh lapisan dan tingkatan masyarakat, mulai dari tingkat atas sampai bawah.

  1. Ketatan Beribadah

Allah telah menjelaskan kepada kita untuk selalu menyembah dan mengabdi kepada Nya. Hal ini sesuai dengan surat Az Zariyat ayat 56 yang berbunyi :

Artinya :

Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. (Depag RI,2002:726)

Dalam surat yang lain juga dijelaskan bahwa kita diperintahkan untuk menyembah kepada Allah yakni surat Al Hajj ayat 77 yang berbunyi :

Artinya :

Hai orang-orang yang beriman, ruku’lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan.

( Depag RI, 2002: 474)

  1. Pengertian beribadah

Perkataan ibadah berasal dari bahasa arab, tetapi telah lazim digunakan dalam bahas Indonesia. Kadang-kadang dengan sebutan ibadat. Menuruit W.J.S Poerwardaminta dalam Kamus Bahasa Indonesia mengartikan ibadat itu dengan : kebaktian kepada Tuhan atau perbuatan untuk menyatakan bakti kepada Tuhan. (W.J.S. Poerwodarminto,1973: 367)

Dalam bahasa asalnya, perkataan ibadah diambil dari kata kerja abada artinya menurut ilmu bahasa, merendahakan diri, khidmat, patuh (taat). Dan jika penulis kaji dari istilah seperti juga dalam al Qur’an ada pengertian bahwa ibadah adalah menunjukan kerendahan diri terhadap satu satunya Dzat yang berhak menerima puncak pengabdian, yaitu Allah SWT. Dalam Al-Qur’an surat Hud ayat 2 :

Artinya :

Bahwa janganlah kamu meyembah selain Allah. (Depag RI, 2002:297)

Dari rumusan-rumusan tersebut ayat-ayat Al-Qur’an maka jelaslah apa yang dimaksudkan dengan ibadah ialah pengabdian dengan rendah hati dan khidmat kepada Allah SWT dengan jalan mematuhi dan mengerjakan serunya dan menjauhi larangan-larangannya.

Termasuk dalam rangkaian itu juga mencintai kepada Allah dan rasulnya, khusuk dan memohon kepada ilahi, ikhlas beragama, karena atas nikmatnya yang telah diberikan. Mengharap rahmat, berserah diri dan takut akan siksa-siksanya.

Menurut M. Yunan Nasution dalam bukunya peganga hidup, memberikan definisi ibadah. ialah puncak kecintaan, ketundukan dan kerhidhoan kepada Allah yang telah menciptakan makhluk dan alam seisinya. (M. Yunan Nasution, hal 211)

Makhluk manusia dan jin diperintahkan supaya melakukan ibadah (pengabdian) kepada Allah semata-mata. Dimana Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 21-22

Artinya :

Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa, Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah padahal kamu mengetahui.  (Depag RI, 2001: 11)

Pada ayat tersebut diatas Allah memerinthakan supaya umat manusia menyembah kepada Allah dengan penuh khidmat, karena Allah telah banyak memberikan nikmat kepada manusia untuk memenuhi hajat hidup. Dalam rangkaian itu kewajiban beribadah merupakan suatu alat mutahir, yang mengandung nilai-nilai pendidikan sebagai tanda syukur.

  1. Ruang Lingkup Ibadah

Ruang lingkup ibadah mencakup pokok bahasan antara lain thaharah, sholat, zakat, puasa, I’tikaf, haji, pengurusan jenazah, jihat, sumpah dan nadzar (Depag, Modul,1992:12). Jadi sudah sangat jelas ruang ingkup tentang ibadah

Kunci terpenting dan menentukan berkaitan denganh ibadah adalah niat seperti yang dinyatakan dalam hadist :

Artinya :

Sesungguhnya setiap perbuatan (amal) dilakukan dengan niat dan setipa orang memperoleh keutungan sesuai dengan niatnya.

(Dimyati Abu Saeri)

Pada hakekatnya setiap perbuatan atau perkataan kebajikan yang dilakukan dengan niat karena Allah, itu sudah mengandung nilai ibadah, Dengan demikian, segala kegiatan dalam kehidupan dapat dijadikan ibadah asal sesuai dengan peraturan Allah dan dikerjakan karena Allah, dalam hal ini ibadah harus dilakukan dengan mukhlis (benar), sebab banyak orang yang melakukan ibadah karena Allah semata, tetapi ibadah yang dikerjakan itu salah, maka tertolaklah ibadah itu.

Jika dilihat dari sudut edukatif, bahwa dengan ibadah tersebut dengan sendirinya akan menjadi orang yang mentaati segala perintah Allah dan menjauhi larangan dan kemungkaran serta kejahatan, maka dalam hal ini didapat pengertian dari ayat suci Al-Qur’an bahwa shalat itu mencegah perbuatan keji dan munkar dan orang yang menjauhi perbuatan keji dan munkar itu adalah orang yang mempunyai akhlak.

  1. Makna dan Hakekat Ibadah

Sebagaimana telah kami kemukakan tersebut diatas arti dari ibadah itu sendiri, maka untuk merealisasikan makna dan hakikat ibadah itu, Allah telah memberikan kelebihan-kelebihan kepada manusia agar ketika existensi manusia terwujud perintah yang pertama kali disodorkan kepada manusia adalah beribadah, dengan landasan keikhlasan dalam pengamalannya. Hal tersebut diatas jika kita melihat sejarah masa lalu, bahwa nabi-nabi terdahulu diutus mempunyai misi dan tugas yang sama yaitu menyeru umatnya untuk beribadah kepada Allah SWT.

Dalam kaitan tersebut diatas, agama Islam tidak lain adalah merupakan hidayah dari Allah bagi umat manusia dalam rangka mengabdi kepada Allah. Menurut pimpinan pusat majlis tabligh dalam bukunya “ Islam dan dakwah pergumulan antara nilai dan realitas” ibadah menurut ajaran Islam bersendi pada dua pengertian pokok :

1)      Pengenalan akan Allah dengan setepat-tepatnya berdasarkan atas kepercayaan (iman) dan keyakinan yang semakin mantap (akhidah), sedemikian rupa sehingga mampu mendorong manusia untuk menjadikan hidup dan kehidupannya hanya untuk beribadah kepada Allah.

2)      Pengertian dan pola bentuk dan jalan kehidupan beribadah sebagaimana dikehendaki oleh Allah SWT. (Islam dan Dakwah, hal. 35)

Untuk merealisasikan makna dan hakekat tersebut Allah SWT telah memberikan hidayah dan petunjuk kepada manusia dengan beberapa kelebihan-kelebihan yang ada pada manusia, yaitu:

1)      Allah mengangkat manusia di bumi ini sebagai kholifah mewakili Allah SWT dalam mengelola dunia ini.

2)      Bahwa kesanggupan manusia di bumi ini di penuhi dengan kemampuan manusia untuk mengemban amanat sebagai kholifatullah fil ardhi.

3)      Dalam kehidupan manusia di dunia ini dalam hidupnya untuk mensejahterahkan serta membuat kemakmuran. Baik dalam sosiologi kehidupan manusia ataupun menginterprestasikan terhadap alam seisinya.

Dari uraian tersebut diatas, maka dapatlah kami simpulkan sebagai berikut :

1)      Ibadah ialah pengabdian dengan rendah hati hikmat kepada Allah SWT, dengan jalan mematuhi dan mengerjakan serunya dan menjauhi segala larangan-larangannya.

2)      Segala perbuatan dan perkataan kebajikan yang dilkukan dengan niat karena Allah, dapat dijadikan ibadah asalkan sesuai dengan aturan-aturan dan ikhlas karena Allah semata-mata.

3)      Kehidupan ibadah hanya dapat dilaksanakan oleh manusia, apabila manusia itu mau mengusahakan dan memanfaatkan segala potensi yang ada untuk beribadah kepada Allah. Dengan kata lain bahwa pelaksanaan ibadah ada keterkaitan dan keterpaduan antara satu dengan yang lain yang sama sekali tidak dapat dipisah-pisahkan sebagai hubungan vertikal dan horizontal.

Dalam penelitian ini Hipotesis yang diajukan berbunyi : ”Ada hubungan positif antara prestasi belajar Aqidah Akhlak dengan tingkat ketaatan beribadah pada siswa kelas IV dan V MI Muhammadiyah Kartoharjo Ngawi Tahun Ajaran 2007/ 2008”.

Artinya semakin baik prestasinya akan semakin baik pula tingkat ketaatan beribadah pada siswa kelas siswa kelas IV dan V MI Muhammadiyah Kartoharjo Ngawi Tahun Ajaran 2007/ 2008..

  1. D. Korelasi Antara Prestasi Belajar Materi Aqidah Akhlak dengan Ketaatan Beribadah

Pendidikan adalah usaha yang dilakukan dengan tujuan internalisasi nilai-nilai agama. Guru-guru mata pelajaran Aqidah Akhlak mempunyai kewajiban untuk memiliki kompetensi yang mensyaratkanya menginterlasasikan nilai-nilai peserta didik. Sebagai sebuah upaya yang mengkait kurikulum tertentu, maka Materi Aqidah Akhlak mau tidak mau terlebih dahulu menyentuh aspek kognitif peserta didik. Dengan demikian, Materi Aqidah Akhlak dapat memberikan pencerahan intelektual kepada peserta didik, sehingga muncul kecerdasan intelektual yang di pengaruhi penerimaan logis akan pentingnya nilai-nilai agama.

Setelah peserta didik mampu menghubungkan aspek kognitif dengan penghayatan sehari-hari, mereka dapat mulai melatih nilai-nilai keagamaan dalam perilaku hidup sehari-hari. Pada tahap inilah Pelajaran Aqidah Akhlak memperlihatkan korelasinya dengan tingkat ketaatan beribadah. Hanya dengan pemahaman kognitif yang memadai, kataatan beribadah dapat dimunculkan.

BAB III

METODE PENELITIAN

Baik tidaknya suatu hasil penelitian ilmiah sebagian besar tergantung kepada teknik pengumpulan data. Oleh sebab itu dalam setiap penelitian, teknik pengumpulan data merupakan alat yang pokok untuk memperoleh data dan untuk menganalisis dan kemudian selanjutnya untuk menjawab persoalan-persoalan yang dihadapi. Untuk itulah dalam skripsi ini penulis menggunakan beberapa langkah yaitu :

  • Penentuan Populasi dan Sampel
  • Metode Pengumpulan Data
  • Metode Analisa Data
  1. A. Penentuan Populasi dan Sampel
    1. 1. Populasi

Menurut Dr. Suharsini Arikunto bahwa populasi adalah keseluruhan subyek penelitian. (Arikunto,2006: 130)

Berdasarkan pendapat tersebut di atas maka yang dimaksud populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas MI Muhammadiyah Kartoharjo Ngawi Tahun pelajaran 2007/ 2008.

Populasi adalah seluruh siswa MI Muhammadiyah Kartoharjo Ngawi Tahun pelajaran 2007/ 2008.

  1. 2. Sampel

Dalam penelitian ini teknik yang digunakan adalah Teknik Quota Cluster Sampling, yaitu pengambilan data dengan cara di jatah, juga ditentukan kelompoknya yaitu kelas IV dan V yang berjumlah 50 siswa.

  1. B. Metode Pengumpulan Data

Dalam suatu penelitian selalu terjadi proses pengumpulan data. Dalam proses pengumpulan data tersebut akan menggunakan suatu atau beberapa metode. Jenis metode yang dipilih dan digunakan pengumpulan data tentunya harus sesuai dengan sifat dan karakteristik penelitian yang dilakukan, karena itu kualifikasi pengambilan data perlu dipertimbangkan secara matang agar mencapai hasil yang baik dan valid.

Dalam rangka mencari data tersebut penulis menggunakan metode :

  1. 1. Metode Angket

Adalah teknik atau metode dalam pengumpulan data (pengenalan terhadap diri klien) dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan menggunakan bahasa tertulis. Pertanyaan yang diajukan berupa daftar pertanyaan. Dalam metode angket ini respondent di beri kesempatan untuk menjawab, memberi komentar atau mengajukan pendapat terhadap suatu keadaan. Angket ini sebagai metode utama dalam penelitian data yang diungkap dengan metode ini adalah data tentang ketaatan beribadah, sedangkan alat pengukur ketaatan beribadah dengan kategoti Baik Kurang dan Sedang.

  1. 2. Metode Observasi

Metode ini untuk mengumpulkan data terhadap keadaan objek penelitian dan sarana prasarana.

  1. 3. Metode Dokumentasi

Metode pelengkap ini penulis gunakan untuk mengungkap atau mengetahui data tentang prestasi siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (kumpulan nilai-nilai yang terdapat dalam Buku Induk atau Ledger)

  1. C. Metode Analisa Data

Dalam analisa data terhadap bahan yang telah penulis berhasil kumpulkan penulis menggunkan 2 cara analisa yaitu :

  • Analisa Pendahuluan

Dalam analisa pendahuluan ini terutama untuk memenuhi tujua pertama dan kedua, dengan menggunakan prosentase (%)

  • Analisa Uji Hipotesis

Dalam hal ini penulis menggunakan analisis statistik dengan rumus korelasi product moment, sebagai berikut :

Keterangan :

rxy =  Koefisien korelasi antara x dan y

x    =  Variabel tingkat prestasi materi Aqidah Akhlak

y    = Variabel tingkat ketaatan ibadah

X   =  Jumlah variabel x

Y   = Jumlah variabel y

n    =  Nilai subjek ( sampel )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: